Tampilkan postingan dengan label rendra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rendra. Tampilkan semua postingan

14 September 2009

Yoga Bahasa Jadi Ruang Ibadah

Jawa Pos, 14 September 2009

Memperingati 40 Hari W.S. Rendra Berpulang
Yoga Bahasa Jadi Ruang Ibadah

Oleh : Soetanto Soepiadhy
MEMPERINGATI 40 hari W.S. Rendra berpulang, akan diadakan doa bersama di Kampus Bengkel Teater Rendra sore nanti, tepatnya menjelang magrib hingga tengah malam. Tuhan, Aku Cinta Padamu adalah tema yang disuguhkan dalam acara tersebut. Tema itu menjadi satu-satunya puisi yang ditulis Rendra saat berbaring di rumah sakit sebelum meninggalkan dunia ini. Itulah puisi terakhirnya.

Betapa terharu hati ini, kepada penulis -sebagai salah seorang sahabat- pada suatu malam berdua di rumahnya, secara jujur Rendra mengakui menjadi seniman dan memilih kesenimanan sebagai jalur hidup karena pertemuan dengan seorang penjual arang di sebuah pedesaan di daerah Jogjakarta. Penjual arang itulah yang memberikan kekuatan dan daya hidup kepada dia untuk menjadi seniman. Bisa dipastikan, itulah "guru besar" Rendra, orang tua penjual arang. Meski, pilihan sebagai seniman tersebut sangat ditentang keras oleh bapak dan ibunya yang ingin Rendra menjadi "orang".