Jawa Pos, 01 September 2009
Menunggu Opsi Kabinet SBY
Oleh: Soetanto Soepiadhy
Oleh: Soetanto Soepiadhy
KEMENANGAN di atas 60 persen dalam pilpres memperlihatkan betapa SBY terlalu mudah mengalahkan para pesaingnya. Kini tugas SBY adalah membentuk kabinet. Pertanyaannya, mudahkah itu dilakukan SBY?
Tampaknya tidak. SBY harus memilih opsi kabinet yang berisi orang-orang profesional atau opsi kabinet akomodatif yang mewakili kepentingan koalisi partai politik.
Dari aspirasi yang kita dengar, rakyat menghendaki SBY bersama Boediono membentuk kabinet yang diisi para profesional dan mereka yang tidak pernah terlibat dalam kasus hukum. Mereka yang berasal dari partai politik dinilai tidak tepat karena mereka bukan orang profesional.
Sementara kalangan partai pendukung menghendaki SBY mau akomodatif terhadap mereka. Toh mereka sudah berkeringat untuk kemenangan SBY. Pertanyaan selanjutnya, sebagai presiden terpilih yang memiliki legitimasi penuh dari rakyat, beranikah SBY menentukan orang-orang yang akan duduk di kabinet dengan mengacu pada profesionalitas dan bukan sekadar politik dagang sapi?




