Peluncuran Buku di Warung Legen
HARIAN Surya 9 April 2008 memberitakan tentang Dr. Soetanto Soepiadhy, SH., MH. meluncurkan buku barunya yang ke-18 di sebuah warung legen di Kota Gresik.
Yang menarik, di saat-saat warung telah digusur pemerintah daerah dan pemerintah kota di mana-mana, justru Dr. Soetanto Soepiadhy, SH., MH. dosen Pascasarjana Untag Surabaya, malah memilih warung legen di Jalan Veteran, Gresik, sebagai tempat peluncuran bukunya yang berjudul Meredesain Konstitusi.
Entah, apa yang melatarbelakangi hingga doktor yang budayawan ini sengaja memilih warung legen sebagai ajang peluncuran bukunya. Mungkin, pertanda sebagai protes sosial terhadap fenomena penggusuran warung-warung yang ada di mana-mana.
Yang jelas Soetanto Soepiadhy dalam perjalanan hidupnya tak bisa melepaskan diri dari makan dan minum di warung kaki lima bersama sahabatnya.
Selepas peluncuran, ketika ngobrol, ia bisa membayangkan, apakah benar rakyat Indonesia telah siap ditinggalkan warung-warung PKL, yang notabene rakyat kita masih miskin ini? Tanyanya.
Ia berpendapat, pejabat yang suka nggusar-nggusur itu dulunya juga biasa makan di warung-warung. Hanya, sekarang saja sudah jadi penggede lalu lupa pada kaki lima, katanya sambil ketawa.
Tidak lain, Soetanto Soepiadhy yang bergelar doktor hukum ketatanegaraan, melihat ada ketimpangan hukum yang kurang berimbang terhadap rakyat kita.
Untuk inilah, ia begitu serius berjuang agar hukum di Indonesia harus didesain kembali atau ditata ulang secara menyeluruh/komprehensif.
Lalu mengapa memilih warung yang jauh di Gresik? Di samping Kota Gresik adalah kota kelahirannya. “Kan di Gresik masih aman dari penggusuran warung-warung,” kata Dr. Soetanto Soepiadhy yang membanggakan kotanya.
Duari Joesoef
Kawatan X-14
Surabaya
Tidak lain, Soetanto Soepiadhy yang bergelar doktor hukum ketatanegaraan, melihat ada ketimpangan hukum yang kurang berimbang terhadap rakyat kita.
Untuk inilah, ia begitu serius berjuang agar hukum di Indonesia harus didesain kembali atau ditata ulang secara menyeluruh/komprehensif.
Lalu mengapa memilih warung yang jauh di Gresik? Di samping Kota Gresik adalah kota kelahirannya. “Kan di Gresik masih aman dari penggusuran warung-warung,” kata Dr. Soetanto Soepiadhy yang membanggakan kotanya.
Duari Joesoef
Kawatan X-14
Surabaya




Tidak ada komentar:
Posting Komentar